TVRINews, Jambi
Sebanyak 37 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kabupaten Kerinci sepanjang bulan September 2026. Titik panas tersebut tersebar di tujuh kecamatan dan menjadi perhatian karena berpotensi berkaitan dengan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Depati Parbo Kerinci, seluruh titik panas tersebut terpantau dalam periode September 2026 dan tersebar di Kecamatan Keliling Danau, Gunung Raya, Bukit Kerman, Batang Merangin, Kayu Aro, Gunung Tujuh, serta Depati Tujuh. Sebaran ini menunjukkan adanya potensi kerawanan karhutla yang perlu diwaspadai.
Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik panas tersebut, termasuk kondisi cuaca di wilayah yang terdeteksi. Setiap titik panas juga akan diverifikasi langsung di lapangan untuk memastikan penyebab dan kondisi sebenarnya.
“Kami terus memantau sebaran hotspot ini, termasuk kondisi cuaca di wilayah yang terdeteksi. Setiap titik panas akan dicek kembali di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya,” ujar Kurnia Ningsih, dikutip Jumat, 2 Oktober 2026.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan jika menemukan adanya titik api di wilayah masing-masing, guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.










