TVRINews, Jambi
Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Merangin, Jambi, mulai menunjukkan penurunan hingga pertengahan Oktober 2026. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada untuk mencegah kebakaran kembali meluas.
Berdasarkan data hingga akhir September 2026, sebanyak 675 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kabupaten Merangin. Sementara itu, luas lahan yang terbakar akibat sejumlah kejadian karhutla tercatat mencapai sekitar 56,521 hektare.
Memasuki pertengahan Oktober, jumlah kejadian karhutla dilaporkan mulai berkurang dibandingkan periode sebelumnya. Namun, penurunan tersebut tidak serta-merta menghilangkan potensi kebakaran, terutama di wilayah dengan kondisi lahan kering dan rawan terbakar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merangin, Sahiri, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meskipun tren kejadian kebakaran mulai menurun.
“Meskipun kejadian kebakaran hutan dan lahan mulai berkurang, masyarakat tetap harus waspada,” ujar Sahiri pada Rabu, 21 Oktober 2026.
BPBD Kabupaten Merangin terus melakukan pemantauan di wilayah rawan kebakaran serta mengingatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla. Sinergi antara pemerintah, petugas penanggulangan bencana, dan masyarakat dinilai penting untuk menekan risiko kebakaran.
Masyarakat juga diimbau tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau mengetahui adanya kebakaran di lingkungan sekitar.
BPBD Kabupaten Merangin menegaskan, kewaspadaan dan langkah pencegahan perlu terus dilakukan agar tren penurunan karhutla dapat dipertahankan dan kebakaran tidak kembali meluas.










