TVRINews, Jambi
BMKG Stasiun Klimatologi Jambi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada awal Juli. Berdasarkan data BMKG, tiga kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi telah memasuki musim kemarau 2026.
Dari sebelas kecamatan yang ada di Kabupaten Muaro Jambi, tiga di antaranya yakni Kecamatan Taman Rajo, Kumpeh Ilir, dan Kumpeh Ulu telah lebih dahulu memasuki musim kemarau.
BMKG memprediksi suhu udara di wilayah tersebut dapat mencapai hingga 34 derajat Celsius. Kondisi suhu yang tinggi ini berpotensi memicu kekeringan ekstrem serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, delapan kecamatan lainnya masih berada dalam fase peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Perbedaan awal musim ini terjadi karena wilayah Kabupaten Muaro Jambi terbagi ke dalam dua zona musim yang berbeda.
"Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca yang terjadi," ujar Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jambi, Sri Utami Widyastuti, Jumat, 3 Juli 2026.
Pemerintah daerah juga diingatkan untuk tetap siaga menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi.
Delapan kecamatan yang masih berada dalam masa peralihan musim antara lain Sungai Gelam, Jambi Luar Kota, Maro Sebo, Sekernan, Mestong, Sungai Bahar, Bahar Selatan, dan Bahar Utara. Di wilayah ini, curah hujan diprediksi masih cukup tinggi, mencapai 100 milimeter per dasarian.
Selain itu, pada fase pancaroba ini juga berpotensi terjadi petir dan angin kencang. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya bibit siklon di Laut Cina Selatan serta daerah konvergensi di sepanjang pesisir barat Sumatera yang memicu pertumbuhan awan hujan.










