TVRINews, Jambi
Musim kemarau mulai berdampak pada lahan persawahan di Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Berkurangnya pasokan air menyebabkan tanaman padi mengalami kekeringan, sementara serangan hama tikus turut mengancam produktivitas lahan sehingga petani berisiko mengalami gagal panen.
Hamparan sawah di wilayah tersebut mulai mengering akibat minimnya curah hujan dan berkurangnya pasokan air irigasi. Kondisi itu membuat pertumbuhan tanaman padi tidak optimal. Jika terus berlanjut, hasil panen diperkirakan akan menurun.
Salah seorang petani, Halijah, mengatakan tanaman padi miliknya mulai menguning dan mengering karena kekurangan air. Selain itu, serangan hama tikus semakin memperparah kondisi tanaman.

“Kami berharap hujan segera turun sehingga tanaman padi tidak mengalami kekeringan dan terhindar dari serangan hama tikus yang dapat menyebabkan gagal panen,” ujar Halijah, petani di Kelurahan Penyengat Rendah.
Sementara itu, Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pertanian terus memantau kondisi lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Saat ini, pemerintah masih melakukan pendataan untuk mengetahui luas lahan yang terdampak sebagai dasar penanganan.
“Kami masih mendata wilayah yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan,”ungkap Maulana, Wali Kota Jambi.
Maulana menambahkan, Pemerintah Kota Jambi akan menyiapkan langkah penanganan serta memberikan bantuan kepada petani yang terdampak agar kerugian akibat musim kemarau dapat diminimalkan dan produksi padi tetap terjaga.









