TVRINews, Jambi
Kualitas udara di Kota Jambi mulai menunjukkan perbaikan setelah wilayah tersebut diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini turut mengurangi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Jambi.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, konsentrasi partikulat tercatat sebesar 80 mikrogram per meter kubik.
Kondisi kualitas udara tersebut dilaporkan berada dalam kategori sedang berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Hujan yang turun secara berturut-turut dalam beberapa hari terakhir dinilai turut membantu mengurangi partikel pencemar di udara. Kondisi tersebut membuat kabut asap yang sebelumnya terlihat di sejumlah kawasan Kota Jambi mulai berkurang.
Perubahan kualitas udara ini menjadi perkembangan positif bagi masyarakat, terutama setelah aktivitas sehari-hari sempat terdampak oleh kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Mahruzar, mengatakan bahwa membaiknya kualitas udara merupakan kabar baik bagi masyarakat. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran berbagai aktivitas warga, termasuk kegiatan pendidikan di sekolah.
Menurut Mahruzar, berkurangnya kabut asap memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Para siswa juga mulai dapat mengikuti kegiatan pembelajaran secara tatap muka di sekolah.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berharap kondisi kualitas udara yang mulai membaik dapat bertahan dalam jangka panjang. Hal ini penting agar aktivitas masyarakat tidak kembali terganggu oleh meningkatnya konsentrasi polutan di udara.
“Kita berharap kondisi ini terus bertahan sehingga kabut asap di Kota Jambi benar-benar hilang,” ujar Mahruzar.
Berdasarkan kategori ISPU, kualitas udara sedang menunjukkan tingkat pencemaran yang secara umum masih dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat.
Namun, kelompok yang sensitif terhadap polusi udara tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan dan membatasi paparan apabila mengalami keluhan.
Perbaikan kualitas udara juga menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Selain faktor hujan, upaya menjaga kualitas udara tetap membutuhkan partisipasi masyarakat. Warga diimbau untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat menambah pencemaran, terutama pembakaran sampah secara terbuka.
Masyarakat juga diminta menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar karena aktivitas tersebut berpotensi memicu kebakaran dan memperburuk kualitas udara, terutama ketika kondisi cuaca kembali kering.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi sumber pencemaran udara sebagai langkah pencegahan agar kondisi udara yang mulai membaik dapat terus dipertahankan.
Pemantauan kualitas udara tetap diperlukan untuk mengetahui perubahan konsentrasi polutan dari waktu ke waktu. Hal ini mengingat kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca, arah angin, dan sumber pencemaran di sekitar wilayah Kota Jambi.
Dengan mulai berkurangnya kabut asap setelah hujan, masyarakat diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal tanpa mengabaikan kewaspadaan terhadap potensi pencemaran udara.
Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan terus menjaga lingkungan dan mencegah aktivitas pembakaran terbuka agar kualitas udara di Kota Jambi semakin membaik serta tetap aman bagi kesehatan warga.










