TVRINews, Jambi
Kemarau panjang yang disertai kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi berdampak pada menurunnya kualitas udara di Kota Jambi. Kondisi ini menyebabkan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA di Puskesmas Pal Lima, Kecamatan Kotabaru.
Meluasnya kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa hari terakhir membuat masyarakat perlu mewaspadai dampak asap terhadap kesehatan. Salah satunya ditandai dengan meningkatnya jumlah kasus ISPA.
Kepala Puskesmas Pal Lima, Jumhari, mengatakan hingga saat ini tercatat sebanyak 276 kasus ISPA.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 77 kasus terjadi pada anak usia nol hingga lima tahun, dan 199 kasus pada usia lima hingga 60 tahun," ujar Kepala Puskesmas Pal Lima, Jumhari, dikutip Kamis, 13 Agustus 2026.
Kelompok anak-anak dan lansia menjadi yang paling rentan mengalami gangguan pernapasan, terutama saat kualitas udara menurun akibat kemarau panjang dan asap kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk, pilek, hingga sesak napas diimbau segera datang ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
Di tengah musim kemarau dan meningkatnya potensi asap karhutla, masyarakat juga diimbau menjaga kondisi tubuh, di antaranya dengan memperbanyak konsumsi air putih, buah-buahan, serta vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.










