TVRINews, Jambi
Keterbatasan alat dan mesin pertanian masih menjadi kendala bagi petani kecil di Kabupaten Merangin. Untuk mengatasi persoalan tersebut, sebanyak lima kelompok tani menerima bantuan traktor roda empat yang diharapkan dapat mempercepat pengolahan lahan, menekan biaya operasional, dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Bagi petani kecil, mengolah lahan pertanian bukan perkara mudah. Keterbatasan peralatan membuat sebagian petani masih mengandalkan cangkul dan alat sederhana untuk membersihkan lahan, membuka area tanam, hingga membuat bedengan. Akibatnya, pengolahan lahan membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar, bahkan sejumlah lahan belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Keterbatasan alat menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani. Selama ini, petani terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk mengupah tenaga dari pihak lain, mulai dari membersihkan hingga mengolah lahan,” ujar Yunarto, Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu di Desa Tambang Emas, dikutip Selasa, 20 Oktober 2026.
Untuk menjawab kendala tersebut, Pemerintah Kabupaten Merangin bersama Kementerian Pertanian, Komisi XII DPR RI, dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Merangin mendorong penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian atau alsintan.
Sebanyak lima unit traktor roda empat disalurkan kepada lima kelompok tani, yakni Kelompok Tani Talang Beluru di Desa Sungai Ulak, Kato Besamo di Desa Aur Duri, Ngudi Rahayu di Desa Tambang Emas, Sido Muncul di Desa Sinar Gading, dan Sinar Harapan Satu di Desa Seling.
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra dari daerah pemilihan Jambi, Rocky Candra, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan dukungan pemerintah, bukan bantuan pribadi.
“Bantuan ini bukan dari saya secara pribadi, melainkan dari pemerintah. Ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPRD dalam menyerap serta memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar Rocky Candra, Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra dari daerah pemilihan Jambi.
Bagi petani, bantuan alsintan ini diharapkan dapat mempermudah pengolahan tanah, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, serta membantu menggarap lahan secara lebih efisien.
Petani berharap dukungan sarana pertanian terus ditingkatkan agar lahan yang selama ini belum tergarap secara maksimal dapat kembali produktif dan hasil pertanian masyarakat semakin meningkat.










