TVRINews, Jambi
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batanghari, Jambi, terus bertambah seiring munculnya titik api baru di sejumlah wilayah. Hingga pertengahan Juli 2026, total lahan yang terbakar mencapai 39,28 hektare.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari, luas lahan yang terbakar meningkat dari sebelumnya sekitar 36 hektare. Penambahan terjadi setelah ditemukan titik api baru, di antaranya di Desa Batin, Kecamatan Bajubang, dengan luas area terbakar sekitar 1,45 hektare.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Batanghari, Solihin, mengatakan pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan guna mencegah meluasnya kebakaran, terutama di tengah musim kemarau.
"Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan, melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika ditemukan titik api, penanganan akan dilakukan secepat mungkin agar tidak meluas," ujar Solihin.
Menurutnya, musim kemarau menyebabkan vegetasi menjadi lebih kering sehingga api lebih mudah menyebar. Karena itu, BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan di wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.
Saat ini, terdapat tiga kecamatan yang menjadi fokus pengawasan, yakni Muara Bulian, Batin XXIV, dan Bajubang, karena dinilai memiliki tingkat kerawanan karhutla yang cukup tinggi.
BPBD Batanghari mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca kering. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko meluasnya kebakaran dapat diminimalkan.










