TVRINews, Jambi
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Sungai Penuh pada triwulan pertama 2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, tercatat 25 kasus DBD terjadi sejak Januari hingga Maret 2026.
Peningkatan kasus ini mulai terlihat sejak awal tahun, seiring tingginya intensitas hujan di sejumlah wilayah. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun 2025 tercatat 17 kasus, sementara tahun ini meningkat menjadi 25 kasus yang tersebar di beberapa kecamatan di Kota Sungai Penuh.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Yefrizal, menyebutkan bahwa faktor cuaca menjadi salah satu pemicu utama kenaikan kasus DBD.

“Kondisi cuaca yang tidak stabil menyebabkan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti pembawa virus DBD,” ujar Yefrizal.
Ia menjelaskan, perubahan pola cuaca dalam beberapa waktu terakhir turut mempercepat siklus perkembangbiakan nyamuk, sehingga meningkatkan potensi penularan di masyarakat.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan koordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit di wilayah tersebut.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan penanganan pasien tetap optimal sekaligus menekan laju penyebaran kasus DBD di tengah masyarakat.










