TVRINews, Jambi
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bungo semakin pekat dan mulai berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Dalam dua pekan terakhir, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dilaporkan mengalami peningkatan signifikan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo mencatat lonjakan kasus ISPA yang cukup tinggi, terutama dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, dari Januari hingga Juni 2026, jumlah kasus ISPA tercatat sekitar 600 kasus. Namun, hingga akhir Agustus 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 1.369 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bungo, dr. Yelli Vavorini, mengatakan peningkatan ini terjadi seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.

(Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bungo, dr. Yelli Vavorini. [Foto: Mukhriandi/TVRI Jambi])
"Dalam dua bulan terakhir, terutama Agustus 2026, terjadi peningkatan cukup signifikan kasus ISPA dibandingkan enam bulan sebelumnya," ujar dr. Yelli Vavorini, dikutip Selasa, 1 September 2026.
Dengan meningkatnya kasus ISPA, Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Kesehatan meningkatkan pengawasan dengan melakukan pemantauan kasus secara harian untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan masyarakat.
Sementara itu, kualitas udara di Kabupaten Bungo sebelumnya tercatat berada pada angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) 156 yang termasuk kategori tidak sehat. Pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup juga terus melakukan pemantauan kualitas udara setiap jam di wilayah Muara Bungo.









