TVRINews, Jambi
Kembalinya pembelajaran tatap muka di Kota Jambi setelah penerapan pembelajaran daring akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi tantangan bagi para guru. Selain mengejar ketertinggalan materi, guru juga berupaya membangkitkan kembali semangat belajar siswa.
Aktivitas belajar di sekolah kini kembali berlangsung di dalam kelas. Siswa kelas III sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama (SMP) kembali bertemu langsung dengan guru dan teman-teman setelah beberapa waktu belajar dari rumah.
Namun, peralihan dari pembelajaran daring ke tatap muka membutuhkan penyesuaian. Guru harus kembali mendorong konsentrasi dan motivasi siswa agar aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Kepala SD Negeri 69 Kota Jambi, Eva Rati Suhanna Harahap, mengatakan pembelajaran daring selama kabut asap berdampak terhadap semangat belajar sebagian siswa. Karena itu, pihak sekolah melakukan pendekatan khusus agar siswa kembali beradaptasi dengan suasana belajar di kelas.
“Kita melakukan pendekatan lagi ke siswa karena suasana mereka masih banyak yang daring. Jadi, semangat belajar mereka berkurang,” ujar Eva Rati Suhanna Harahap.
Menurut Eva, guru berupaya memberikan pendampingan dan motivasi agar siswa kembali bersemangat mengikuti pelajaran. Suasana kelas yang menyenangkan juga diharapkan membantu siswa lebih mudah berkonsentrasi dan memahami materi yang disampaikan.
Salah seorang siswa SD Negeri 69 Kota Jambi, Dea, mengaku senang dapat kembali belajar di sekolah. Ia bisa bertemu dan belajar bersama teman-temannya secara langsung.
“Senang bisa belajar sama teman-teman di sekolah,” kata Dea.
Kembalinya pembelajaran tatap muka diharapkan dapat memulihkan semangat belajar sekaligus memperkuat interaksi antara siswa dan guru. Dukungan orang tua juga diperlukan untuk membantu anak membangun kembali rutinitas belajar setelah mengikuti pembelajaran daring.
Dengan pendampingan dari guru dan dukungan keluarga, siswa diharapkan dapat kembali fokus mengikuti pelajaran serta mengejar materi yang belum dikuasai selama pembelajaran dari rumah akibat kabut asap.










