TVRINews, Jambi
Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Merangin, Jambi, seiring memburuknya kualitas udara. Berdasarkan hasil pemantauan, Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU mencapai angka 177 dan masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Kabut asap juga menyebabkan jarak pandang di sejumlah ruas jalan menjadi terbatas.
Dari pantauan di lapangan, matahari tampak kemerahan akibat tertutup partikel asap. Sejumlah warga yang tetap beraktivitas di luar rumah memilih menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Salah seorang warga Merangin, Gilang, mengaku mulai merasakan gangguan kesehatan ketika beraktivitas tanpa pelindung.
“Sekarang kalau keluar memang saya pakai masker. Kalau tidak pakai, terasa terganggu dan napas jadi sesak. Saat naik motor, mata juga terasa perih karena asap. Harapannya udara di Merangin segera normal kembali agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujar Gilang.
Menurut warga, kondisi kabut asap paling terasa saat melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor. Selain mengganggu pernapasan, paparan asap juga menyebabkan mata terasa perih.
Kondisi kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.
Warga juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker dan menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan.
Perbaikan kualitas udara diharapkan segera terjadi agar aktivitas masyarakat kembali normal dan dampak kabut asap terhadap kesehatan dapat diminimalkan.










