TVRINews, Jambi
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi. Kondisi kualitas udara yang memburuk bahkan telah masuk kategori sangat tidak sehat sejak beberapa hari terakhir.
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, mendorong pemerintah daerah untuk kembali mengevaluasi kebijakan pembelajaran tatap muka di sekolah yang sebelumnya telah diaktifkan.
Ia menilai, dalam kondisi kualitas udara yang tidak sehat, penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring menjadi langkah paling rasional untuk melindungi kesehatan peserta didik dari paparan asap.
“Dalam kondisi udara yang tidak sehat seperti sekarang, pembelajaran jarak jauh menjadi pilihan yang lebih aman untuk menjaga kesehatan siswa dari risiko ISPA akibat kabut asap,” ujar M. Hafiz Fattah, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Selasa, 15 September 2026.
Selain itu, Hafiz juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker saat beraktivitas guna meminimalisasi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan.
Ia turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing, guna mempercepat penanganan karhutla.
Diketahui, sejak Agustus atau sekitar satu bulan terakhir, sejumlah wilayah di Provinsi Jambi terus diselimuti kabut asap dengan intensitas yang fluktuatif.










