TVRINews, Jambi
Kualitas udara di Kota Jambi kembali memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya konsentrasi partikulat PM2,5 yang mencapai 257 mikrogram per meter kubik atau berada pada kategori sangat tidak sehat.
Kabut asap tebal terlihat menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Jambi. Berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kondisi udara saat ini berada pada level yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Mahruzar, mengatakan pekatnya kabut asap ini dapat berdampak langsung terhadap aktivitas serta kesehatan warga, terutama risiko gangguan pernapasan.
“Warga diimbau untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, karena kondisi kabut asap saat ini sudah sangat pekat dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan,” ujar Mahruzar, Kepala DLH Kota Jambi, Selasa, 15 September 2026.
Ia menjelaskan, partikel PM2,5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk ke saluran pernapasan dan berisiko menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Pemerintah Kota Jambi terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi terkait kondisi kabut asap serta langkah antisipasi yang diperlukan.










