TVRINews, Jambi
Meski telah beberapa kali diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, masih belum sepenuhnya mereda. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bungo mencatat sebanyak lima titik panas atau hotspot masih terdeteksi di sejumlah wilayah yang rawan mengalami kebakaran.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bungo, lima titik panas tersebut terpantau terutama di wilayah Kecamatan Tanah Tumbuh dan Tanah Tumbuh Lama. Kedua wilayah tersebut menjadi perhatian petugas karena memiliki potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan meskipun hujan mulai mengguyur sejumlah kawasan.
Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dinilai belum cukup untuk menghilangkan potensi karhutla. Pasalnya, curah hujan yang turun masih bersifat lokal dan berlangsung dalam waktu relatif singkat sehingga belum mampu membasahi seluruh kawasan yang sebelumnya mengalami kondisi kering.
Kepala BPBD dan Kesbangpolinmas Kabupaten Bungo, Zainadi, mengatakan bahwa kondisi cuaca dalam dua hari terakhir menunjukkan adanya hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga tinggi, di beberapa wilayah Kabupaten Bungo.
Menurut Zainadi, meskipun hujan telah turun, sejumlah kawasan masih menunjukkan potensi kebakaran. Hal tersebut terlihat dari masih terdeteksinya lima titik panas yang menjadi perhatian petugas di lapangan.
“Dalam dua hari ini hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi memang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Bungo. Namun, hujan tersebut bersifat lokal dan sesaat sehingga belum cukup untuk meredam munculnya titik api. Saat ini masih terdapat lima titik panas yang terdeteksi di lapangan. Kami berharap seluruh masyarakat tetap waspada terhadap karhutla dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Zainadi, Kepala BPBD dan Kesbangpolinmas Kabupaten Bungo, dikutip Rabu, 4 November 2026.
Zainadi mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap datangnya hujan sebagai tanda bahwa ancaman karhutla telah berakhir. Kondisi suhu yang masih terasa panas di sejumlah kawasan menunjukkan bahwa potensi kebakaran tetap perlu diwaspadai.
Pemerintah Kabupaten Bungo melalui BPBD bersama Satuan Tugas (Satgas) Karhutla terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik panas yang terdeteksi di wilayah tersebut.
Selain memantau kondisi melalui data titik panas, petugas juga melakukan patroli secara berkala di kawasan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan cukup tinggi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kebakaran baru sekaligus memastikan penanganan dapat segera dilakukan apabila ditemukan titik api di lapangan.
Sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan, posko penanganan karhutla di Kabupaten Bungo juga masih disiagakan selama 24 jam. Kesiapan petugas terus dipertahankan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.
Sementara itu, hingga memasuki November 2026, status darurat bencana karhutla di Kabupaten Bungo masih tetap diberlakukan meskipun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi telah beberapa kali mengguyur wilayah tersebut.
Pemberlakuan status darurat tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam mempertahankan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang masih dapat terjadi.
BPBD Kabupaten Bungo mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan rawan karhutla. Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang dapat meluas.
Melalui pemantauan titik panas, patroli kawasan rawan, dan kesiapsiagaan petugas selama 24 jam, Pemerintah Kabupaten Bungo berupaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas meskipun wilayah tersebut mulai memasuki musim penghujan.









