TVRINews, Kab. Muaro Jambi
Kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi kembali memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah kembali menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) dan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Kebijakan ini diberlakukan untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD, SD hingga SMP, terhitung sejak hari ini hingga Kamis 17 September mendatang, berdasarkan kondisi kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat.
Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Muaro Jambi kembali mengalami peningkatan dan berada pada kondisi yang membahayakan kesehatan anak-anak.
“Langkah ini diambil setelah kualitas udara kembali memburuk. PJJ diberlakukan untuk jenjang PAUD, SD hingga SMP guna melindungi peserta didik dari dampak kabut asap,” ujar Bambang Bayu Suseno, Bupati Muaro Jambi, Selasa, 15 September 2026.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk tetap mendampingi anak-anak selama proses pembelajaran daring serta membatasi aktivitas di luar ruangan agar terhindar dari dampak paparan asap.
Di SMP Negeri 6 Sengeti, seluruh siswa kembali mengikuti pembelajaran dari rumah. Meski demikian, para guru tetap hadir di sekolah untuk memberikan materi dan tugas secara daring melalui grup kelas.
Guru SMP Negeri 6 Muaro Jambi, Putri Murniyanti, mengatakan bahwa sebelumnya siswa sempat kembali menjalani PTM, namun kembali dialihkan ke PJJ seiring terbitnya surat edaran terbaru dari pemerintah daerah.
Penerapan PJJ ini juga dilakukan untuk mencegah risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak-anak akibat paparan kabut asap yang masih terjadi.
Berdasarkan data IQAir, kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi saat ini masih berada pada kategori tidak sehat.










