TVRINews, Jambi
Pemerintah Kabupaten Bungo, Jambi, kembali memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 318, sehingga pembelajaran tatap muka sementara dialihkan ke sistem daring demi melindungi kesehatan peserta didik.
Kebijakan tersebut berlaku bagi siswa jenjang taman kanak-kanak (TK), pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko paparan polusi udara, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap dampak kabut asap.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo, Anna Lukita, mengatakan perpanjangan PJJ mempertimbangkan perkembangan kualitas udara di wilayah tersebut. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk menentukan waktu yang tepat bagi siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.
“Jika kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat dan berisiko bagi kesehatan peserta didik, pembelajaran jarak jauh menjadi pilihan sementara,” ujar Anna.
Penerapan PJJ juga mengacu pada surat edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengenai penyelenggaraan layanan pendidikan di wilayah terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Pemerintah Kabupaten Bungo akan terus memantau kondisi udara untuk menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya. Apabila kualitas udara belum membaik, masa PJJ dapat kembali diperpanjang.
Selain itu, orang tua diminta mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran daring di rumah. Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas anak di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti Kabupaten Bungo.










