TVRINews, Jambi
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, terus menjadi perhatian seiring memasuki puncak musim kemarau. Hingga saat ini, luas area yang terbakar mencapai 9,5 hektare.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi, luas lahan terbakar mengalami peningkatan dibandingkan awal Juli 2026 yang tercatat sekitar 8 hektare.
Penambahan luas area terbakar terjadi di Kecamatan Sungai Gelam, tepatnya pada kawasan semak belukar di lahan gambut. Kondisi tersebut dinilai rawan karena karakteristik gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
Kepala Pelaksana BPBD Muaro Jambi, Paruhuman Lubis, mengatakan kebakaran terjadi di enam titik yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Jaluko, Sekernan, dan Sungai Gelam.
Menurutnya, seluruh titik api telah berhasil dikendalikan berkat kerja sama tim gabungan.
"Pemadaman dilakukan bersama oleh TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat peduli api. Kami juga mendapat dukungan water bombing karena beberapa lokasi kebakaran cukup sulit dijangkau," ujar Paruhuman Lubis.
Ia menjelaskan, kondisi medan yang sulit serta cuaca panas menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
"Saat ini kita masih berada dalam periode musim kemarau. Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan tetap menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran baru," katanya.
BPBD Muaro Jambi memastikan upaya pencegahan dan patroli di sejumlah wilayah rawan karhutla terus dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, terutama selama puncak musim kemarau berlangsung.










