TVRINews, Jambi
Pemerintah Provinsi Jambi menyalurkan bantuan sembako dan masker kepada pengemudi ojek online dan ojek pangkalan yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sekaligus mendukung perlindungan kesehatan para pengemudi yang tetap beraktivitas di luar ruangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap ke sejumlah daerah terdampak. Distribusi bantuan direncanakan bersamaan dengan kunjungan kerja Gubernur Jambi ke wilayah terkait.
“Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap ke sejumlah daerah. Kami berharap bantuan sembako dan masker dapat membantu meringankan beban para pengemudi ojek yang tetap bekerja di tengah kondisi kabut asap,” ujar Johansyah.
Untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, pendataan dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jambi bersama dinas perhubungan kabupaten dan kota. Pemerintah juga melibatkan komunitas ojek setempat untuk mengidentifikasi calon penerima.
Johansyah menjelaskan, program bantuan tersebut didukung Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta pemanfaatan cadangan beras pemerintah. Setiap paket bantuan memiliki nilai sekitar Rp150.000 dan berisi sejumlah kebutuhan pokok.
“Pendataan penerima dilakukan bersama instansi terkait dan komunitas ojek setempat agar penyaluran bantuan lebih tertib dan tepat sasaran,” katanya.
Hingga saat ini, sebanyak 550 paket bantuan telah disalurkan di tiga daerah. Rinciannya, 200 paket di Kabupaten Bungo, 100 paket di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan 250 paket di Kota Jambi.
Johansyah menyebut penyaluran bantuan akan dilanjutkan ke daerah lain yang terdampak kabut asap. Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para pengemudi yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas transportasi.
Selain sembako, masker diberikan sebagai upaya mendukung perlindungan pengemudi dari paparan partikel asap saat bekerja di luar ruangan. Penggunaan masker yang sesuai juga penting untuk membantu mengurangi risiko paparan polusi udara.
Melalui program ini, Pemprov Jambi berharap bantuan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya pengemudi ojek online dan ojek pangkalan, selama menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla.










