TVRINews, Jambi
Operasi modifikasi cuaca dinilai efektif dalam membantu menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, khususnya di kawasan lahan gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau.
Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan berbagai langkah pencegahan karhutla, mulai dari patroli rutin di wilayah rawan hingga pelaksanaan operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan.
Patroli dilakukan di sejumlah kecamatan rawan karhutla, di antaranya Kecamatan Sekernan, Jambi Luar Kota, Taman Rajo, Maro Sebo, Sungai Gelam, Kumpeh Ulu, hingga Kumpeh Ilir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Muaro Jambi Anari Hasiholan Sitorus mengatakan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait berdampak positif terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Muaro Jambi.
“Operasi modifikasi cuaca yang dilakukan BPBD Provinsi bersama instansi terkait berdampak signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Muaro Jambi, terutama di daerah rawan karhutla yang memiliki lahan gambut,” ujar Anari.
Menurutnya, ketersediaan air di lahan gambut menjadi faktor penting untuk mencegah munculnya titik api selama musim kemarau.
Ia menyebut wilayah Maro Sebo, Taman Rajo, Sungai Gelam, Kumpeh Ulu, dan Kumpeh Ilir menjadi kawasan prioritas karena memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi.
“Dengan kelembapan lahan yang terjaga, potensi munculnya titik api dapat ditekan secara signifikan,”jelasnya.
Selain operasi modifikasi cuaca, BPBD Kabupaten Muaro Jambi juga telah menyiagakan personel di sejumlah posko strategis, baik di kantor BPBD maupun di wilayah Kumpeh, guna memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla.
Pemerintah daerah berharap upaya mitigasi yang dilakukan secara terpadu dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026.










