TVRINews, Jambi
Kenaikan harga kedelai impor berdampak langsung terhadap para pengrajin tahu di Kabupaten Bungo. Untuk menyiasati lonjakan biaya produksi, pengrajin terpaksa mengurangi jumlah produksi tanpa menaikkan harga jual demi mempertahankan pelanggan.
Saat ini harga kedelai impor mencapai Rp600 ribu per karung dengan berat 50 kilogram. Angka tersebut naik sekitar Rp120 ribu dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp480 ribu per karung.
Kenaikan harga bahan baku tersebut membuat para pengrajin berada dalam dilema. Jika harga dinaikkan, pelanggan berpotensi berkurang, namun jika tetap dipertahankan, keuntungan menjadi semakin tipis.

(Foto: Pengrajin tahu di Kabupaten Bungo, Seno)
“Saat ini kami seperti berada di posisi sulit. Kalau harga dinaikkan, pelanggan bisa berkurang, tapi kalau tidak dinaikkan, biaya produksi tidak tertutupi sehingga kami memilih mengurangi jumlah produksi,” ujar Seno, Kamis, 11 Juni 2026.
Dampak kenaikan harga kedelai juga dirasakan di pasar tradisional maupun modern di Muara Bungo. Sejumlah pengrajin dan penjual tahu serta tempe mengaku pendapatan mereka menurun seiring meningkatnya biaya produksi, sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih pasca Iduladha.

Para pengrajin berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kedelai, sehingga produksi dan harga jual tahu serta tempe dapat kembali normal.










