TVRINews, Jambi
Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Provinsi Jambi yang direncanakan berlangsung selama empat hari tidak dapat dilakukan secara maksimal. Menebalnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga pelaksanaan OMC terkendala.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, OMC yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada 1 hingga 4 Oktober 2026 tidak dapat dilaksanakan secara optimal karena terbatasnya visibilitas.
Menurut Al Haris, semakin pekatnya kabut asap di wilayah Jambi turut dipengaruhi karhutla yang terjadi di daerah tetangga yang lokasinya berdekatan dengan Provinsi Jambi.

(Foto: Gubernur Jambi, Al Haris)
Kondisi tersebut dinilai turut menyebabkan memburuknya kualitas udara di Jambi. Sementara penanganan kebakaran yang berada di luar wilayah Provinsi Jambi bukan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jambi.
Al Haris menambahkan, kondisi kabut asap juga diperparah oleh arah angin yang membawa asap dari lokasi kebakaran menuju wilayah Kota Jambi.
“Untuk karhutla yang terjadi di wilayah Provinsi Jambi hampir seluruhnya sudah dapat ditangani maupun sedang dalam proses penanganan oleh Satgas Karhutla,” ujar Al Haris, Gubernur Jambi.
Pemerintah Provinsi Jambi bersama Satgas Karhutla terus melakukan penanganan terhadap titik-titik kebakaran yang masih ditemukan untuk mencegah meluasnya kebakaran serta mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Provinsi Jambi direncanakan kembali dilakukan pada 9 dan 10 Oktober 2026 apabila kondisi awan dan cuaca memungkinkan untuk pelaksanaan OMC.










