TVRINews, Jambi
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, menunjukkan tren penurunan sepanjang semester pertama tahun 2026. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, hingga akhir Juni 2026 tercatat sebanyak 49 warga terjangkit DBD.
Kasus tersebut tersebar dalam enam bulan pertama tahun ini, yakni 12 kasus pada Januari, 8 kasus pada Februari, 13 kasus pada Maret, 9 kasus pada April, 6 kasus pada Mei, dan 1 kasus pada Juni.
Dari catatan tersebut, Maret menjadi bulan dengan jumlah kasus tertinggi, sementara Juni menjadi periode dengan kasus terendah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermizan, mengatakan penurunan kasus menjadi perkembangan positif, namun upaya pencegahan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan.
"Walaupun kasus DBD mengalami penurunan, masyarakat tetap perlu menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin agar kasus tidak kembali meningkat," ujar Hermizan.
Ia menjelaskan, pencegahan DBD dapat dilakukan melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat, termasuk membersihkan tempat penampungan air serta menghilangkan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Masyarakat juga diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam tinggi selama beberapa hari, agar pemeriksaan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci berharap keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat membantu menekan penyebaran DBD, terutama saat kondisi cuaca yang berpotensi mendukung perkembangbiakan nyamuk.










