TVRINews, Jambi
Turunnya hujan dengan intensitas sedang di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, disambut antusias oleh masyarakat setelah hampir tiga bulan dilanda musim kemarau dan krisis air bersih. Warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pasokan air kini memanfaatkan air hujan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.
Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Muaro Jambi tidak hanya membasahi lahan yang sebelumnya kering akibat cuaca panas berkepanjangan, tetapi juga menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Salah satu wilayah yang terdampak kekeringan adalah Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Di desa tersebut, sejumlah warga mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan rumah tangga karena sumur yang menjadi sumber utama air bersih telah mengering.
Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan air, mulai dari mencuci, memasak, hingga mandi. Ketika hujan mulai turun, warga langsung memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menampung air menggunakan berbagai wadah yang tersedia.
Sejumlah warga terlihat menempatkan ember, baskom, dan wadah penampungan lainnya di sekitar rumah untuk mengumpulkan air hujan. Air yang berhasil ditampung kemudian dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah keterbatasan pasokan air.
Salah seorang warga Desa Bukit Baling, Mardiana, mengaku bahagia dengan turunnya hujan setelah berbulan-bulan menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Meskipun hujan berlangsung dalam waktu relatif singkat, kondisi tersebut tetap memberikan kelegaan bagi dirinya dan warga lainnya.
“Saya senang akhirnya hujan turun, meskipun hanya sebentar. Selama kemarau, kami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur sudah kering. Semoga hujan terus turun supaya kami tidak kesulitan lagi mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Mardiana, warga Desa Bukit Baling, dikutip Rabu, 4 November 2026.
Selama musim kemarau, masyarakat Desa Bukit Baling harus menghadapi keterbatasan pasokan air akibat mengeringnya sumur yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Turunnya hujan menjadi harapan bagi warga agar kondisi kekeringan yang berlangsung selama hampir tiga bulan dapat segera berakhir. Masyarakat berharap intensitas hujan meningkat sehingga persediaan air di lingkungan permukiman kembali mencukupi.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jambi sebelumnya memprediksi bahwa awal musim hujan di Kabupaten Muaro Jambi akan berlangsung pada awal November 2026.
Berdasarkan prediksi tersebut, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Desember mendatang. Kondisi ini memberikan harapan bagi masyarakat yang selama musim kemarau mengalami keterbatasan pasokan air bersih.
Meski hujan mulai mengguyur wilayah Kabupaten Muaro Jambi, masyarakat masih berharap curah hujan dapat berlangsung secara merata dan berkelanjutan agar sumber air yang sebelumnya mengering dapat kembali terisi.
Bagi warga Desa Bukit Baling, datangnya hujan menjadi kesempatan untuk mengurangi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari setelah hampir tiga bulan menghadapi dampak musim kemarau.









