TVRINews, Jambi
BPBD Muaro Jambi memetakan sebanyak 44 desa sebagai wilayah rawan kekeringan air bersih. Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mempercepat penanganan apabila terjadi krisis air bersih di wilayah terdampak.
BPBD Kabupaten Muaro Jambi telah mengidentifikasi 44 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan sebagai wilayah rawan kekeringan selama musim kemarau. Desa-desa tersebut tersebar di delapan kecamatan, di antaranya sembilan desa di Kecamatan Kumpeh Ulu, delapan desa di Kecamatan Jambi Luar Kota, enam desa di Kecamatan Kumpeh Ilir, lima desa di Kecamatan Mestong, masing-masing tiga desa di Kecamatan Bahar Selatan dan Taman Rajo, serta dua desa di Kecamatan Bahar Utara.
Pemetaan ini disusun berdasarkan riwayat kejadian kekeringan pada tahun-tahun sebelumnya, kondisi sumber air, serta tingkat kerawanan di masing-masing wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Muaro Jambi, Paruhuman Lubis, mengatakan bahwa selain melakukan pemetaan, pihaknya juga meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan. Apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan air bersih, BPBD Muaro Jambi akan segera menyalurkan bantuan menggunakan mobil tangki.
“Apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan air bersih, kami akan segera menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki,” ujar Paruhuman Lubis, Kepala Pelaksana BPBD Muaro Jambi, Senin, 13 Juli 2026.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, menjaga sumber-sumber air yang tersedia, serta segera melaporkan kepada pemerintah setempat apabila mulai terjadi krisis air bersih.
Dengan langkah antisipasi yang telah disiapkan, diharapkan dampak musim kemarau dapat diminimalkan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.










