TVRINews, Jambi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bungo mencatat sebanyak 236 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari hingga awal September 2026. Kebakaran tersebut tersebar di 14 kecamatan dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 17 hektare.
Kepala BPBD dan Kesbangpol Linmas Kabupaten Bungo, Zainadi, mengatakan peningkatan kejadian karhutla mulai terjadi sejak awal September 2026. Sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan perkebunan milik masyarakat.
“Dari Januari hingga awal September 2026 tercatat 236 kejadian karhutla yang tersebar di 14 kecamatan, dengan luas lahan terbakar mencapai 17 hektare,”kata Zainadi, Kepala BPBD dan Kesbangpol Linmas Kabupaten Bungo.
Zainadi menjelaskan, dari total kejadian tersebut, 115 titik karhutla terjadi sepanjang Agustus, sedangkan pada awal September tercatat 25 kejadian.
Kecamatan Tanah Tumbuh menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yakni mencapai 28 kejadian. Sementara berdasarkan luasan lahan yang terbakar, Kecamatan Bathin III dan Tanah Tumbuh tercatat sebagai wilayah dengan area terdampak paling luas hingga September 2026.
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, BPBD Kabupaten Bungo bersama Satgas Karhutla terus meningkatkan kesiapsiagaan. Upaya dilakukan dengan mengerahkan personel, armada, dan peralatan pemadaman ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan karhutla, terutama selama musim kemarau.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama di lahan perkebunan dan kawasan yang rawan terbakar.










