TVRINews, Jambi
Fenomena El Nino yang tengah melanda Kabupaten Batanghari mulai dikhawatirkan mengancam sektor pertanian. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan mencatat sekitar 1.883 hektare lahan pertanian berpotensi mengalami kekeringan.
Fenomena El Nino memicu musim kemarau berkepanjangan yang berisiko menyebabkan tanaman padi milik petani mengalami gagal tumbuh hingga puso.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Pemerintah Kabupaten Batanghari telah melakukan pemetaan terhadap lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan. Hasilnya, sekitar 1.883 hektare lahan sawah tersebar di tujuh kecamatan masuk dalam kategori rawan kekeringan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Batanghari, Roma Uliana, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh petugas penyuluh lapangan untuk meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah binaan masing-masing.
"Kami telah memetakan sekitar 1.883 hektare lahan yang berpotensi terdampak kekeringan dan menginstruksikan penyuluh lapangan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mengoptimalkan penggunaan pompa air agar kebutuhan air di lahan pertanian tetap terpenuhi," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan DPHP Kabupaten Batanghari, Roma Uliana, Senin, 27 Juli 2026.
Selain itu, pemanfaatan pompa air terus dioptimalkan sebagai sarana pendukung untuk mengalirkan air ke areal persawahan, sehingga produksi padi diharapkan tetap terjaga di tengah ancaman kekeringan.
Roma Uliana juga mengimbau kelompok tani agar aktif berkoordinasi dengan petugas penyuluh lapangan. Jika gejala kekeringan mulai terjadi, petani diminta segera melaporkan agar langkah antisipasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Upaya ini diharapkan mampu menekan dampak kekeringan serta mencegah penurunan hasil produksi pertanian yang dapat merugikan petani.









