TVRINews, Jambi
Manggala Agni mengerahkan 104 personel tambahan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Personel tersebut disebar ke delapan titik kebakaran di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam dan Taman Nasional Berbak Sembilang.
Penambahan personel dilakukan untuk memperkuat operasi pemadaman darat di sejumlah kawasan yang masih mengalami kebakaran. Petugas turut dilengkapi peralatan pemadaman, seperti mesin pompa air dan selang, untuk menjangkau titik api serta mencegah kebakaran meluas.
Selain mengerahkan personel dan peralatan, Manggala Agni juga memanfaatkan ekskavator untuk membuka akses menuju lokasi kebakaran. Alat berat tersebut digunakan untuk membuat sekat bakar dan membangun kanal sebagai sumber air guna mendukung proses pemadaman.
Di kawasan Tahura Orang Kayo Hitam, operasi pemadaman difokuskan pada wilayah Tanjung, Gedong Karya, hingga Seponjen. Sebanyak 34 personel dari tiga Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni dikerahkan untuk menangani kebakaran di kawasan tersebut.
Sementara itu, di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang, petugas diterjunkan ke sejumlah lokasi, yakni Simpang Datuk, Rantau Rasau, Labuhan Pering, Sungai Cemara, Sungai Rambut, dan Air Hitam Laut.
Koordinator Wilayah Manggala Agni Jambi, Rinaldi, mengatakan pengerahan personel tambahan dilakukan untuk memperkuat upaya pemadaman di kedua kawasan tersebut.

(Foto: Koordinator Wilayah Manggala Agni Jambi, Rinaldi)
“Sebanyak 104 personel kami kerahkan untuk memperkuat operasi pemadaman darat di kawasan Tahura Orang Kayo Hitam dan Taman Nasional Berbak Sembilang. Personel juga didukung peralatan pemadaman dan alat berat untuk membuka akses serta membuat sekat bakar,” ujar Rinaldi kutip Kamis, 22 Oktober 2026.
Operasi penanganan karhutla dilakukan melalui pemadaman langsung, pembukaan akses menuju titik api, serta penyediaan sumber air untuk mendukung mobilisasi petugas di lapangan.
Melalui penambahan personel dan dukungan peralatan tersebut, Manggala Agni berharap proses pemadaman dapat berlangsung lebih cepat dan efektif. Upaya ini juga ditujukan untuk menekan perluasan kebakaran yang berpotensi merusak ekosistem hutan dan lahan gambut di Provinsi Jambi.
Penanganan karhutla di kawasan Tahura Orang Kayo Hitam dan Taman Nasional Berbak Sembilang terus dilakukan untuk mengendalikan titik api dan mengantisipasi munculnya kebakaran baru di wilayah rawan.










