TVRINews, Jambi
Sebanyak 276 sekolah di Kota Jambi telah menerapkan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai berbagai persoalan kependudukan sejak dini.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat literasi kependudukan di lingkungan pendidikan, melalui integrasi materi pertumbuhan penduduk, keluarga berencana, kesehatan reproduksi, hingga dampak dinamika kependudukan terhadap kehidupan sosial dan lingkungan.
Dari total 360 sekolah negeri dan swasta yang menjadi target pelaksanaan program di Kota Jambi, sebanyak 276 sekolah telah menerapkan SSK. Sementara itu, masih terdapat 84 sekolah yang belum menerapkan program tersebut.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Jambi, Misman, mengatakan program Sekolah Siaga Kependudukan bertujuan membekali pelajar dengan pengetahuan mengenai kondisi kependudukan, perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, serta pentingnya menjaga kualitas lingkungan.
“Kita yakin dengan adanya program ini, siswa lebih mengetahui kondisi lingkungan dan keluarga,” ujar Misman, dikutip Kamis, 22 Oktober 2026.
Melalui program tersebut, materi kependudukan diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran agar siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memahami berbagai persoalan kependudukan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Edukasi sejak dini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar terhadap hubungan antara pertumbuhan penduduk, kondisi sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda dalam mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab pada masa mendatang.
Pemerintah Kota Jambi berharap penerapan program Sekolah Siaga Kependudukan terus diperluas hingga menjangkau seluruh sekolah yang menjadi target. Dengan demikian, semakin banyak pelajar dapat memperoleh edukasi kependudukan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah.










