TVRINews, Jambi
Memasuki musim kemarau, para petani di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi mulai diliputi kekhawatiran. Kondisi ini disebabkan berkurangnya ketersediaan air yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman padi serta berpotensi menurunkan hasil produksi pertanian.
Sejumlah petani mulai mewaspadai dampak kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas persawahan. Cuaca yang cenderung kering menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi petani yang masih mengandalkan curah hujan dan aliran sungai sebagai sumber utama pengairan sawah.
Salah seorang petani padi, MaddirIn, mengatakan kemarau berkepanjangan dapat menyebabkan kekurangan pasokan air yang berdampak langsung pada pertumbuhan tanaman.
“Kemarau yang berlangsung lama membuat pasokan air berkurang sehingga tanaman padi tidak dapat tumbuh maksimal dan berpotensi menurunkan hasil panen,” ujar Maddirin kepada tvrinews.com, Kamis, 11 Juni 2026.
Sebagian besar sawah di wilayah Batanghari masih bergantung pada air sungai sebagai sumber irigasi. Ketika debit air menurun akibat musim kemarau, petani akan kesulitan menyalurkan air ke lahan persawahan. Kondisi ini dapat memicu terjadinya kekeringan di areal pertanian.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar, para petani berupaya mempercepat proses tanam agar masa panen dapat dilakukan lebih awal. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisasi risiko gagal panen pada puncak musim kemarau.
Para petani berharap kondisi cuaca tetap mendukung serta ketersediaan air dapat terjaga, sehingga produksi padi di Kabupaten Batanghari tetap stabil dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.










