TVRINews, Jambi
Kondisi lahan gambut yang kering dan sulit dipadamkan membuat kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur terus meningkat. Pemerintah daerah mencatat puluhan kejadian telah melahap ratusan hektare lahan di berbagai kecamatan.
Hingga pertengahan Agustus, luas lahan yang terbakar di Tanjung Jabung Timur mencapai 108,13 hektare dengan total 53 kejadian. Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Muslimin Tanja, mengungkapkan titik kebakaran terbanyak terjadi di Kecamatan Sadu dengan 13 kejadian, disusul Kecamatan Muara Sabak Barat sebanyak 7 kejadian.
Sementara itu, masing-masing 6 kejadian tercatat di Kecamatan Berbak, Nipah Panjang, Geragai, dan Mendahara Ulu. Untuk Kecamatan Kuala Jambi dan Mendahara masing-masing mengalami 3 kasus, sedangkan kasus terendah berada di Muara Sabak Timur dengan 2 kejadian serta Rantau Rasau 1 kejadian.
Muslimin Tanja menjelaskan, kondisi geografis wilayah Tanjung Jabung Timur didominasi oleh lahan gambut dengan luas mencapai 311.992,1 hektare atau sekitar 62,98 persen dari total wilayah. Sebagian besar lahan tersebut dimanfaatkan sebagai perkebunan kelapa sawit.
"Kondisi lahan gambut dengan kedalaman lebih dari empat meter membuat kebakaran sulit dipadamkan secara cepat, karena bara api kerap tersimpan di dalam tanah meskipun permukaan terlihat padam," ujar Muslimin Tanja, dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.
Dalam upaya penanggulangan, petugas di lapangan memaksimalkan penggunaan kanal dan sumur hidran untuk menjaga ketersediaan air serta mempercepat proses pemadaman.
Pemerintah daerah berharap angka kejadian karhutla tidak terus bertambah, terutama di tengah kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.










