TVRINews, Jambi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya suhu udara dalam beberapa hari terakhir.
Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sarolangun dinilai berpotensi memicu munculnya titik api, terutama di kawasan yang rawan terjadi kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuka lahan dengan cara dibakar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sarolangun, Solahudin Nopri, mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik panas selama musim kemarau.

“Koordinasi lintas instansi terus kami tingkatkan untuk memastikan pencegahan dan penanganan karhutla berjalan optimal, terutama di tengah kondisi cuaca panas ekstrem saat ini,” kata Solahudin Nopri.
Menurutnya, suhu udara yang mencapai sekitar 39 hingga 41 derajat Celsius dipengaruhi minimnya tutupan awan sehingga paparan sinar matahari langsung mengenai permukaan bumi. Kondisi tersebut membuat vegetasi menjadi lebih kering dan mudah terbakar.
Selain memperkuat kesiapsiagaan, BPBD juga terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan serta langkah-langkah pencegahannya.
Solahudin berharap masyarakat dapat berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla. Semakin cepat informasi disampaikan, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan sehingga kebakaran tidak meluas,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Sarolangun berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan selama periode cuaca panas ekstrem berlangsung.










