TVRINews, Jambi
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus terjadi di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Memasuki puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat puluhan hektare lahan telah hangus terbakar.
Hingga awal Agustus 2026, kasus karhutla di wilayah tersebut terus mengalami peningkatan. Data terbaru menunjukkan telah terjadi sembilan kali kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 32,3 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Amry Juhardy, mengatakan sebaran titik api telah terjadi di delapan dari sebelas kecamatan yang ada. Kecamatan Nipah Panjang, Muara Sabak Barat, dan Mendahara Ulu menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak.

(Foto: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Amry Juhardy (tengah))
"Sebaran titik api sudah terjadi di delapan kecamatan, dengan kejadian terbanyak berada di Kecamatan Nipah Panjang, Muara Sabak Barat, dan Mendahara Ulu," ujar Kepala Pelaksana BPBD Tanjung Jabung Timur, Amry Juhardy, dikutip Senin, 10 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, lahan yang terbakar umumnya merupakan lahan milik masyarakat serta lahan perbatasan antara hutan produksi terbatas dengan areal penggunaan lain, yang mayoritas berupa lahan gambut.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur saat ini telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla sejak 10 Juni hingga 31 Oktober 2026, sebagai langkah mitigasi menghadapi dampak musim kemarau.
Dalam proses pemadaman, tim terpadu kerap menghadapi kendala akses menuju lokasi kebakaran. Untuk mengatasi hal tersebut, pemadaman sering dilakukan dengan bantuan helikopter melalui metode water bombing.









