TVRINews, Jambi
Kualitas udara di Kota Jambi masih berada dalam kategori berbahaya akibat kabut asap yang semakin pekat.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 485 mikrogram per meter kubik, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya bagi kesehatan.
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Jambi tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi Mahruzar mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kualitas udara masih memburuk. Ia juga meminta warga menggunakan masker saat harus bepergian serta menghindari paparan kabut asap secara langsung.
"Masyarakat sebaiknya tetap berada di dalam rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak," ujar Mahruzar.
Di tengah kondisi tersebut, pemantauan kualitas udara secara berkala terus dilakukan. Tim satuan tugas juga melanjutkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mengendalikan sumber asap yang berdampak terhadap kualitas udara di Kota Jambi.
Pemerintah berharap penanganan karhutla dapat berjalan efektif sehingga kabut asap segera berkurang dan kualitas udara kembali membaik.
"Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi kualitas udara dan menerapkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti Kota Jambi," ucap Mahruzar.










