TVRINews, Jambi
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi semakin meningkat di tengah puncak musim kemarau ekstrem tahun 2026. Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar tercatat telah mencapai 300,12 hektare.
Angka tersebut terus bertambah seiring minimnya curah hujan di sejumlah wilayah rawan karhutla. Kondisi ini menyebabkan titik api baru terus bermunculan, terutama di daerah yang memiliki lahan kering dan gambut.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan titik api terbaru terpantau di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Ia menyebut luas kebakaran di lokasi tersebut diperkirakan lebih dari 50 hektare, namun belum masuk dalam data resmi karena masih dalam tahap pendinginan.

“Titik api terbaru terjadi di Desa Persiapan Air Merah, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Luasnya diperkirakan lebih dari 50 hektare, namun belum masuk data karena tim masih melakukan pendinginan,” ujar Bachyuni, dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.
Berdasarkan data per wilayah, Kabupaten Sarolangun menjadi daerah dengan luas karhutla terbesar, yakni mencapai 87,32 hektare. Disusul Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan luas kebakaran sebesar 58,10 hektare.
Sementara itu, kabut asap tipis yang mulai menyelimuti Kota Jambi dan sejumlah daerah lainnya dipengaruhi arah angin yang membawa asap dari wilayah utara ke tenggara.
Untuk mengantisipasi meluasnya karhutla, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan satu pesawat khusus untuk operasi modifikasi cuaca atas permintaan Pemerintah Provinsi Jambi. Pesawat tersebut siap digunakan sewaktu-waktu guna memicu hujan buatan di wilayah terdampak.
Puncak musim kemarau di Provinsi Jambi diperkirakan berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2026, dan berpotensi berlanjut hingga Oktober. Kondisi ini menuntut kewaspadaan seluruh pihak dalam mencegah dan menangani karhutla.








