TVRINews, Jambi
BPBD Kabupaten Sarolangun mencatat, sejak Januari hingga pertengahan Juli 2026 terdapat 156 titik panas yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luas area terbakar mencapai 46 hektare.
Berdasarkan hasil pemantauan Sipongi dan laporan BMKG Provinsi Jambi, sebaran titik api didominasi di empat kecamatan rawan, yakni Pauh, Sarolangun, Air Hitam, dan Mandiangin. Wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran saat musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sarolangun, Yen Aswadi, mengatakan bahwa dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah titik panas dan luas lahan terbakar tahun ini meningkat cukup signifikan.
“Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah titik panas dan luas lahan terbakar tahun ini meningkat cukup signifikan akibat kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan,” kata Yen Aswadi, dikutip Rabu, 22 Juli 2026.
Ia menambahkan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, sehingga potensi kebakaran masih cukup tinggi.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD bersama Satgas Karhutla terus meningkatkan patroli terpadu, memperkuat deteksi dini, serta mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, agar risiko kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan selama musim kemarau.










