TVRINews, Jambi
Usaha yang dijalani dengan tekad kuat dan ketekunan membuahkan hasil manis bagi Parli, warga Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Bersama kelompoknya, ia sukses mengembangkan budidaya maggot yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan.
Maggot kini semakin populer sebagai organisme pengurai limbah organik sekaligus sumber pakan alternatif bernutrisi tinggi bagi berbagai jenis hewan ternak dan ikan. Di tangan Parli dan kelompoknya, lahan kecil di belakang rumah disulap menjadi tempat budidaya yang produktif.
Berbekal ilmu dari pelatihan yang diikuti, mereka konsisten mengembangkan usaha ini hingga mampu menghasilkan keuntungan. Dalam satu tahun terakhir, usaha budidaya maggot yang dijalankan terus berkembang dan menarik minat konsumen dari berbagai kalangan.
Selain diminati pembeli, lokasi budidaya ini juga kerap dikunjungi oleh pihak pondok pesantren dan masyarakat yang ingin belajar secara langsung cara membudidayakan maggot secara mandiri.
“Permintaan pasar terus meningkat, baik dari masyarakat sekitar maupun luar daerah. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus meningkatkan produksi,” ujar Parli, pelaku budidaya maggot.
Saat ini, permintaan dalam skala kecil masih didominasi masyarakat sekitar yang memanfaatkan maggot sebagai pakan burung dan ikan peliharaan. Dalam satu bulan, Parli mampu menjual hingga 50 kilogram maggot.










