TVRINews, Jambi
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi terus meningkat seiring memasuki puncak musim kemarau. Hingga saat ini, total luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut telah mencapai 37,97 hektare.
Insiden kebakaran terbaru terjadi di Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh, yang membakar lahan semak belukar di areal mineral. Berkat respons cepat tim Satuan Tugas Karhutla, api berhasil dipadamkan sehingga luas lahan yang terbakar dapat ditekan hingga sekitar 0,2 hektare.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi, tercatat sebanyak 19 kasus karhutla dengan total luas lahan terdampak mencapai 37,97 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Paruhuman Lubis, mengatakan sebagian besar kejadian kebakaran dipicu oleh kelalaian manusia di tengah kondisi cuaca ekstrem.
"Mayoritas kebakaran dipicu oleh kelalaian manusia. Kondisi lahan yang kering sangat rentan terbakar, apalagi dengan adanya angin kencang yang mempercepat penyebaran api," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Paruhuman Lubis, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia menambahkan, dalam proses pemadaman, tim Satgas Karhutla menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti sulitnya akses menuju lokasi kebakaran serta minimnya sumber air di sekitar titik api.
Untuk mengantisipasi meluasnya karhutla, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi telah menyiapkan dua posko kesiapsiagaan, yakni posko utama di Kecamatan Sekernan dan posko terpadu di Kecamatan Kumpeh Ulu.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat.









