TVRINews, Jambi
Harga gas elpiji non subsidi di Kabupaten Kerinci mengalami kenaikan di tengah meningkatnya kebutuhan energi rumah tangga masyarakat. Kenaikan harga terjadi pada LPG ukuran 5 kilogram dan 12 kilogram, yang dipengaruhi biaya distribusi serta penyesuaian kondisi pasar.
Meski demikian, harga LPG subsidi 3 kilogram di tingkat agen maupun distributor masih stabil dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp20 ribu per tabung.
Salah seorang agen LPG di Kerinci, Yunarson, mengatakan kenaikan hanya terjadi pada LPG non subsidi. Menurutnya, harga LPG 5 kilogram saat ini naik menjadi Rp150 ribu per tabung dari sebelumnya Rp125 ribu. Sementara LPG 12 kilogram kini dijual Rp250 ribu per tabung, naik dari harga sebelumnya Rp220 ribu per tabung.
“Kenaikan ini dipengaruhi biaya distribusi dan kondisi pasar yang turut mengalami perubahan,”ujar Yunarson dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menjelaskan, selain faktor distribusi, harga LPG non subsidi juga dipengaruhi mekanisme pasar yang menyesuaikan tingkat permintaan dan ketersediaan stok di lapangan.
Masyarakat diharapkan dapat menggunakan LPG sesuai peruntukannya, terutama LPG subsidi 3 kilogram yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tertentu sesuai ketentuan pemerintah.










