TVRINews, Jambi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, mencatat sebanyak tiga titik panas atau hotspot masih terdeteksi dalam sepekan terakhir.
Titik panas tersebut terpantau di wilayah Kecamatan Batin Delapan dan Mandiangin, meskipun hujan telah mengguyur sejumlah kawasan di Kabupaten Sarolangun.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai, terutama di kawasan yang belum sepenuhnya basah akibat hujan.
Pemerintah daerah melalui BPBD terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi munculnya kebakaran yang lebih luas.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, tiga titik panas yang terpantau dalam sepekan terakhir memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Titik panas tersebut tersebar di dua kecamatan yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan karhutla.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sarolangun, Yen Aswadi, mengatakan bahwa turunnya hujan belum sepenuhnya menghilangkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Sejumlah kawasan masih berada dalam kondisi kering sehingga tetap berisiko mengalami kebakaran.
Menurut Yen, keberadaan tiga titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi menjadi perhatian Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kabupaten Sarolangun.
Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan perkembangan kondisi di lapangan serta mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran.
“Dalam sepekan terakhir masih terpantau tiga titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi berdasarkan data BMKG Provinsi Jambi, yang berada di Kecamatan Batin Delapan dan Mandiangin. Meskipun sudah memasuki musim hujan, sebagian kawasan hutan dan lahan masih dalam kondisi kering sehingga potensi karhutla tetap harus diwaspadai,” ujar Yen Aswadi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sarolangun.
BPBD Kabupaten Sarolangun memastikan pemantauan terhadap wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan. Langkah tersebut disertai dengan kesiapan personel dan peralatan penanganan bencana agar petugas dapat segera bergerak apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas, terutama di kawasan hutan dan lahan yang masih memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Selain melakukan pemantauan, BPBD Kabupaten Sarolangun juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan ancaman karhutla meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah.
Masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena aktivitas tersebut berpotensi memicu munculnya api yang dapat merembet ke kawasan sekitarnya.
BPBD menilai keterlibatan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Kesadaran untuk menjaga lingkungan serta menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran diharapkan dapat membantu mengurangi risiko karhutla.
Dengan masih terdeteksinya tiga titik panas dalam sepekan terakhir, BPBD Kabupaten Sarolangun bersama Satgas Karhutla terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan penanganan untuk menjaga wilayah Kabupaten Sarolangun dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.









