TVRINews, Jambi
Gubernur Jambi Al Haris meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta Tahura Orang Kayo Hitam, Kabupaten Muaro Jambi.
Peninjauan ini dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan pemadaman dan memastikan petugas mendapat dukungan selama bertugas di kawasan terdampak.
Kunjungan diawali di Desa Sungai Rambut, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Di lokasi tersebut, Al Haris melihat kondisi lahan yang terbakar serta mendengarkan laporan Satgas Karhutla mengenai perkembangan pemadaman dan kendala yang dihadapi.
Perjalanan menuju lokasi kebakaran tidak mudah. Rombongan harus melewati jalur dengan akses terbatas, termasuk menyusuri sungai menggunakan speedboat untuk menjangkau kawasan hutan.
Dalam kunjungan itu, Al Haris juga memberikan tambahan pasokan makanan kepada personel yang masih berjibaku memadamkan api. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan petugas di lapangan.
Al Haris menilai penanganan karhutla di kawasan hutan memerlukan upaya ekstra karena kondisi medan yang sulit dapat menghambat mobilisasi personel maupun peralatan. Keselamatan petugas juga perlu menjadi perhatian selama operasi berlangsung.

“Penanganan karhutla di kawasan hutan membutuhkan kerja sama seluruh unsur. Kondisi medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri, sehingga upaya pemadaman harus dilakukan secara terkoordinasi dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas,” ujar Al Haris.
Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah titik kebakaran di TNBS dilaporkan telah berhasil dipadamkan dan memasuki tahap pendinginan. Namun, masih terdapat titik api yang belum dapat dijangkau karena sulitnya akses menuju lokasi.
Pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyala. Petugas juga perlu memprioritaskan titik-titik yang masih aktif agar kebakaran tidak meluas ke kawasan lain.
Usai meninjau TNBS, Al Haris melanjutkan kunjungan ke Desa Gedong Jaya, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, untuk melihat penanganan karhutla di kawasan Tahura Orang Kayo Hitam.
Berdasarkan laporan Satgas Karhutla, area kebakaran di TNBS dan Tahura dilaporkan telah menyatu. Situasi tersebut membutuhkan koordinasi antartim agar penanganan di kedua kawasan dapat berjalan terpadu.
“Setiap titik kebakaran harus ditangani sesuai kondisi di lapangan. Koordinasi dan kesiapan personel menjadi bagian penting untuk mempercepat pemadaman serta mencegah api kembali meluas,” kata Al Haris.
Saat ini, operasi penanganan karhutla masih berlangsung dengan dukungan sejumlah posko. Petugas melaksanakan pemadaman, pendinginan, serta pemantauan untuk mengantisipasi kemunculan kembali titik api.
Pemerintah Provinsi Jambi berharap upaya terpadu tersebut dapat mempercepat pengendalian kebakaran, mengurangi kerusakan ekosistem hutan dan lahan gambut, serta melindungi keselamatan petugas dan masyarakat di sekitar kawasan terdampak.










