TVRINews, Jambi.
Memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, masyarakat di Kabupaten Kerinci diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca. Sedikitnya empat wilayah perlu mendapat perhatian karena berisiko terdampak bencana hidrometeorologi.
Pada masa peralihan musim, kondisi cuaca di Kabupaten Kerinci mulai mengalami perubahan. Hujan dapat turun dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat dan berpotensi disertai angin kencang.
Sejumlah jalur dan wilayah berbukit perlu mendapat perhatian, di antaranya Kecamatan Batang Merangin, jalur Kerinci-Sumatera Barat via Tapan, Kecamatan Gunung Kerinci, dan Kecamatan Kayu Aro. Hujan dengan intensitas tinggi di kawasan tersebut berpotensi memicu tanah longsor, banjir, serta angin kencang.
Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih, mengatakan perubahan kondisi atmosfer pada masa transisi dapat berlangsung dengan cepat. Masyarakat diminta terus memperhatikan informasi perkembangan cuaca, terutama ketika akan beraktivitas di wilayah yang memiliki risiko bencana.
“Perubahan kondisi atmosfer pada masa transisi dapat berlangsung cepat. Masyarakat perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca karena hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi,” ujar Kurnia Ningsih pada Senin, 5 Oktober 2026
Masyarakat yang melintasi jalur rawan longsor maupun beraktivitas di kawasan berisiko diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Kondisi cuaca juga perlu terus dipantau agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas serta melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gangguan akibat cuaca ekstrem.










