TVRINews, Jambi
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung kawasan gambut di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memastikan percepatan pembangunan sumur hidran serta menyiapkan operasi modifikasi cuaca guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali mengancam.
Raja Juli Antoni mengatakan, penambahan sumur hidran di kawasan gambut terus dipercepat sebagai langkah antisipasi karhutla yang kerap berulang. Sumur hidran merupakan fasilitas penampungan air khusus yang disiapkan untuk mempercepat proses pemadaman api di lokasi kebakaran.
Di Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, terdapat 17 sumur hidran aktif dari program Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Fasilitas ini dinilai strategis dalam menjamin ketersediaan pasokan air darurat saat terjadi kebakaran.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skenario operasi modifikasi cuaca yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 30 Agustus mendatang. Upaya ini diperkuat dengan penambahan 500 personel Dinas Kehutanan untuk mempertebal kekuatan di lapangan.
Raja Juli Antoni menegaskan kolaborasi antar pihak serta keaktifan masyarakat di tingkat tapak menjadi kunci utama dalam menekan risiko karhutla. Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga melaporkan kondisi geografis wilayahnya yang didominasi lahan gambut, dengan luas mencapai 319.992,1 hektare atau sekitar 62,98 persen, yang sebagian besar dimanfaatkan sebagai perkebunan kelapa sawit.
Ia juga mengapresiasi kesiapsiagaan seluruh petugas di lapangan, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga jajaran TNI dan Polri.
"Upaya pengendalian karhutla tidak boleh menunggu api membesar. Deteksi dini dan kesiapsiagaan personel harus terus diperkuat agar setiap potensi titik api dapat segera dipadamkan sebelum meluas," ujar Raja Juli Antoni, Rabu, 26 Agustus 2026.










