TVRINews, Jambi
Dua pesawat rute Jakarta menuju Jambi terpaksa mengalihkan pendaratan ke bandara lain akibat terbatasnya jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi kembali berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Menurunnya jarak pandang di sekitar landasan membuat proses pendaratan tidak dapat dilakukan secara normal.
General Manager PT Angkasa Pura Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Ardon Marbun, mengatakan dua pesawat terpaksa dialihkan demi keselamatan penerbangan.
"Dua pesawat rute Jakarta menuju Jambi terpaksa mengalihkan pendaratan akibat terbatasnya jarak pandang di sekitar landasan," ujar Ardon Marbun, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pesawat Garuda Indonesia GA-128 rute Jakarta–Jambi dialihkan ke Bandara Hang Nadim Batam. Sementara itu, pesawat Citilink QG-966 rute Jakarta–Jambi dialihkan ke Bandara Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan.
Menurutnya, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi saat kejadian hanya berkisar antara 800 hingga 1.500 meter. Kondisi tersebut tidak memenuhi standar keselamatan untuk pendaratan pesawat.
Meski sempat terjadi pengalihan, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi saat ini mulai berangsur normal. Pihak bandara terus memantau perkembangan jarak pandang dan kondisi kabut asap guna memastikan keselamatan serta kelancaran penerbangan.










