TVRINews, Jambi
Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Jambi, kembali memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama tujuh hari ke depan. Keputusan ini diambil karena masih ditemukan sejumlah titik api di wilayah tersebut, meskipun intensitas kebakaran relatif rendah dan tidak meluas.
Penanganan karhutla terus dilakukan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kabupaten Batang Hari melalui pemadaman titik api, patroli di kawasan rawan kebakaran, serta peningkatan sosialisasi kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, Sholihin, mengatakan masih ditemukannya titik api menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah untuk memperpanjang status tanggap darurat.
Menurutnya, meskipun kondisi kebakaran relatif terkendali, kesiapsiagaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.
“Status tanggap darurat karhutla kembali diperpanjang selama tujuh hari karena hingga saat ini masih ditemukan titik api, meskipun intensitasnya cenderung rendah dan tidak terlalu luas. Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk pemadaman dan sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Sholihin dikutip Kamis, 22 Oktober 2026.
Selain melakukan pemadaman, pemerintah daerah juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar. Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko kebakaran, terutama yang diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan secara sengaja.
Dalam mendukung penanganan karhutla, sebanyak 291 personel Satgas Karhutla disiagakan di Kabupaten Batang Hari. Mereka bertugas melakukan pemadaman, patroli di sejumlah kawasan rawan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Kesiapsiagaan ratusan personel tersebut diharapkan dapat mempercepat respons apabila ditemukan titik api baru sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari berharap perpanjangan status tanggap darurat ini dapat mengoptimalkan upaya pengendalian karhutla. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Melalui sinergi antara pemerintah, petugas Satgas, dan masyarakat, pengendalian karhutla di Kabupaten Batang Hari diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga risiko kebakaran meluas dapat diminimalkan.










