TVRINews, Jambi
Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief menduga kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Hutan Raya atau Tahura Sultan Thaha, Kabupaten Batanghari, Jambi, dilakukan dengan sengaja.
Dugaan tersebut disampaikan Fadhil Arief usai mengikuti rapat monitoring penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Batanghari.
Menurutnya, luas lahan yang terbakar hingga mencapai ratusan hektare menimbulkan dugaan adanya pihak tertentu yang sengaja membuka atau menguasai lahan di kawasan Tahura.
“Ini merupakan tindakan yang melanggar hukum. Kami berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan mengungkap penyebab kebakaran, khususnya yang terjadi di kawasan Tahura Batanghari,” ujar Fadhil Arief.
Fadhil menegaskan, pemerintah daerah bersama tim gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak meluas. Pemadaman dilakukan dengan mengerahkan personel serta peralatan pendukung ke lokasi terdampak.
Selain pemadaman secara langsung, pemerintah juga mengerahkan alat berat berupa ekskavator. Alat tersebut digunakan untuk membuat sekat atau isolasi guna membatasi pergerakan api menuju area yang belum terbakar.
Upaya tersebut dilakukan mengingat kondisi lahan dan luasnya area terdampak membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan secara bertahap.
Bupati berharap penanganan terpadu yang dilakukan Satgas Karhutla dapat segera mengendalikan seluruh titik api di kawasan Tahura Sultan Thaha.
Pemerintah daerah juga mendorong adanya penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran serta menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab.
Dengan penanganan yang terus diperkuat, kebakaran di kawasan Tahura diharapkan segera teratasi dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.










