TVRINews, Jambi
Dampak kekeringan akibat musim kemarau panjang mulai mengancam sektor pertanian di Kabupaten Batanghari, Jambi. Sebanyak 971 hektare tanaman padi milik petani kini telah masuk kategori puso atau gagal panen akibat kekurangan air.
Berdasarkan hasil inventarisasi petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), sedikitnya 1.471 hektare tanaman padi sawah di tujuh kecamatan terdampak kekeringan dan berada dalam kondisi mendekati puso. Dari jumlah tersebut, 971 hektare telah dipastikan mengalami gagal panen.
Kekeringan terjadi karena areal persawahan kesulitan memperoleh pasokan air. Sungai-sungai yang selama ini menjadi sumber irigasi mulai mengering sehingga tidak mampu lagi mengaliri lahan pertanian.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Batanghari, Farizal, mengatakan pemerintah daerah bersama petugas penyuluh terus melakukan pendataan terhadap lahan terdampak sekaligus menyiapkan langkah penanganan bagi petani yang mengalami kerugian.
“Jika bencana kekeringan berlangsung lama, dikhawatirkan luas lahan tanaman padi yang gagal panen akan terus bertambah dan dapat mengancam target produksi tahun ini,” ujar Farizal.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Batanghari telah mendorong percepatan tanam dan optimalisasi lahan melalui gerakan tanam serentak tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.









