TVRINews, Jambi
Krisis air bersih akibat musim kemarau semakin meluas di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Kemarau panjang menyebabkan sumur-sumur warga mengering, sehingga masyarakat terpaksa mengandalkan sumur tua yang masih menyisakan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Setiap sore, warga Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong, mendatangi sumur tua yang berada di kawasan SD Negeri 108 Tanjung Pauh. Dengan menggunakan sepeda motor, mereka membawa jeriken dan ember untuk menimba air karena sumur di rumah sudah tidak lagi menghasilkan air. Bahkan, sebagian sumur warga mulai mengeluarkan bau tidak sedap.
Air dari sumur tua tersebut digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga, mulai dari mandi, memasak, hingga air minum.
Salah seorang warga, Nurhidayah, mengatakan krisis air bersih telah dirasakan selama sekitar dua pekan terakhir. Menurutnya, warga kini harus mengambil air setiap hari agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.
“Kami sudah sekitar dua pekan kesulitan air bersih. Terpaksa setiap sore mengambil air ke sumur tua ini untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Nurhidayah.
Kondisi geografis Desa Tanjung Pauh yang jauh dari aliran Sungai Batanghari menjadikan wilayah tersebut rentan mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau.
Warga kini berharap hujan segera turun agar debit air tanah kembali meningkat, sehingga ketersediaan air bersih dapat pulih dan aktivitas sehari-hari kembali normal.









