TVRINews, Jambi
Setelah mengalami musim kemarau berkepanjangan, Kabupaten Muaro Jambi diprediksi mulai memasuki musim hujan pada dasarian ketiga Oktober 2026, yakni periode 21 hingga 31 Oktober. Sementara itu, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Desember 2026.
Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Klimatologi Jambi, awal musim hujan diprediksi terjadi di 11 kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi, baik di wilayah barat maupun timur. Peralihan musim ini diperkirakan berlanjut hingga 2027.
Pada awal musim hujan, curah hujan diperkirakan berada pada kategori ringan hingga sedang. Meski demikian, masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi hujan yang disertai angin kencang dan petir, terutama saat terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jambi, Darmadi, mengatakan puncak musim hujan di Kabupaten Muaro Jambi diprediksi berlangsung pada Desember 2026 dengan curah hujan dalam kategori normal.
“Meski demikian, pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” kata dia
BMKG juga mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan langkah mitigasi sejak dini, termasuk meningkatkan pemantauan di kawasan rawan banjir serta memastikan kesiapan menghadapi peningkatan curah hujan selama musim penghujan.
Selain itu, para petani di Kabupaten Muaro Jambi diharapkan menyesuaikan jenis tanaman dan jadwal kegiatan pertanian dengan prakiraan musim hujan 2026–2027. Langkah tersebut diperlukan untuk meminimalkan risiko kerugian akibat perubahan kondisi cuaca.
Wilayah Muaro Jambi yang berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari juga perlu mendapat perhatian. Pasalnya, kenaikan debit air sungai akibat hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu berpotensi memicu luapan air hingga ke kawasan hilir.
Risiko banjir dapat meningkat apabila kenaikan debit air kiriman dari wilayah hulu terjadi bersamaan dengan hujan di Kabupaten Muaro Jambi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan genangan di sejumlah kawasan yang berada di sekitar aliran sungai.
BMKG mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim sebagai dasar dalam mengambil langkah antisipasi. Kesiapsiagaan sejak dini diharapkan dapat meminimalkan risiko serta dampak bencana selama musim hujan berlangsung.










