TVRINews, Jambi.
Meski kabut asap masih menyelimuti Kota Jambi dan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, sejumlah siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.
Pembelajaran tatap muka terbatas diberlakukan bagi siswa sekolah dasar kelas empat hingga enam serta siswa sekolah menengah pertama (SMP). Namun, kegiatan belajar mengajar hanya dilakukan di dalam ruangan dengan waktu belajar yang disesuaikan dan jam pulang siswa dipercepat.
Sementara itu, siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), serta siswa sekolah dasar kelas satu hingga tiga masih mengikuti pembelajaran secara daring.
Kepala Bidang Bina SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Zulafni, mengatakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka akan terus disesuaikan dengan kondisi kualitas udara di wilayah tersebut.
“Kita akan terus pantau kualitas udara. Jika tidak memungkinkan nanti akan kita sesuaikan untuk daring kembali,” ujar Zulafni pada Selasa, 29 September 2026.
Untuk mengurangi risiko paparan akibat kualitas udara yang buruk, sekolah sementara meniadakan seluruh kegiatan di luar ruangan, termasuk olahraga dan upacara.
Pihak sekolah juga diminta memastikan kondisi ruang kelas tetap nyaman serta mengoptimalkan perlindungan kesehatan peserta didik, salah satunya dengan penggunaan masker.
Dinas Pendidikan Kota Jambi menegaskan pemantauan kualitas udara akan terus dilakukan sebagai dasar dalam menentukan pola pembelajaran berikutnya.










